Suatu saat, saya bilang sama viet kalau saya sedang suka sama teman sekelas saya,tetapi teman saya hanya menggap saya sahabat. Saya bilang ke viet kalau saya sedih akan itu. Tidak disangka tiba-tiba Viet bilang kalau dia suka saya. Dia bilang sudah lama menyinpan perasaan dengan saya. Saya juga suka sama Viet,tapi saya malu bilang duluan. Waktu itu saya sangat senang sekali viet ngungkapin perasaanya kepada saya.
Setelah itu kami jadian. Viet bilang, dia ingin sekali menemui saya, tapi sayang jarak memisahkan kami. Lalu viet bilang ingin datang ke Indonesia kalau sudah punya cukup uang. Kami setiap hari ngobrol lewat YM tiap malam sebelum dia mendapatkan pekerjaan. Setelah dia mendapatkan pekerjaan, kami hanya ngobrol seminggu 2x, itu pun harinya tidak pasti.
Tidak tahu kenapa, suatu hari tiba-tiba Viet bilang kalau saya semestinya mencari orang lain untuk menjadi pasangan saya. Viet bilang jangan menghabiskan waktu dengan dia, kami tidak mungkin bertemu. Tetapi viet bilang kalau dia masih mencintai saya, viet akan senang melihat saya senang dengan pasangan saya disini nantinya.
Ya, hubungan saya dengan viet akhirnya hanya 1 bulan. Setelah itu kami saling menjauh. Jarang kami ngobrol lagi tiap malam. Dia sibuk, saya juga sibuk.
Iya, hubungan dengan beda pulau,beda keyakinan,beda negara,beda ras itu banyak kemungkinan akan tidak awet. Saya sadar, sangat tidak mungkin berpacaran dengan beda negara. Kemungkinan itu akan menyedihkan pada akhirnya.
k.


0 komentar:
Posting Komentar